Sabtu, 25 Desember 2010

Karena Organ Rusak

Kabar buruk itu muncul menjelang malam Natal 1818. Joseph Mohr,seorang pendeta Austria, diberi tahu bahwa organ di gerejanya rusak dan perbaikannya memakan waktu lama, sehingga organ itu tidak akan dapat dipakai untuk mengiringi ibadah malam Natal. Ia kebingungan. Natal tanpa iringan musik?

Ia pun duduk menggubah lagu yang dapat dinyanyikan oleh paduan suara dengan iringan gitar. Ia menulis tiga bait yang bersahaja, tetapi dengan melodi yang kuat. Malam itu, jemaat di gereja kecil itu menyanyikan "Stille Nacht" (Malam Kudus)untuk pertama kalinya. Karena organ yang rusak, kita mewarisi lagu Natal yang populer sepanjang masa.

Apakah ada rencana Anda yang tertunda? Apakah Anda terpaksa mengubah haluan karena adanya suatu rintangan? Selama tujuan Anda benar,jangan biarkan hambatan menghentikan langkah Anda. Tuhan mungkin sedang mengarahkan Anda untuk menempuh jalur lain, jalur alternatif yang hasilnya akan jauh lebih baik daripada apabila Anda bertahan di jalur yang semula.

Selamat Hari Natal... Tuhan memberkati Anda semua.....

Jumat, 01 Oktober 2010

Waktu Untuk Keluarga

"Prestasiku sebagai jurnalis foto hebat (baca : pekerjaan apapun) akan segera dilupakan, tetapi prestasi sebagai ayah dan suami hebat akan dikenang selamanya oleh anak dan istriku." - Lo Scalzo


Lo Scalzo, jurnalis foto Amerika ternama, telah bertugas di enam puluh negara dan meraih banyak penghargaan internasional. Kesibukan tugas membuatnya sering sekali meninggalkan istrinya. Suatu hari, saat meliput perang Irak, istrinya dilarikan ke Rumah Sakit karena keguguran untuk kedua kali. Scalzo merasa sangat bersalah. Sejak itu, ia bertekad mengubah prioritas hidupnya. Ia berupaya hadir dalam keluarga, walaupun harus melewatkan banyak momen langka untuk meliput berita. Ia menulis: "Prestasiku sebagai jurnalis foto hebat akan segera dilupakan, tetapi prestasi sebagai ayah dan suami hebat akan dikenang selamanya oleh anak dan istriku."

Banyak orang sibuk melakukan pekerjaan besar. Segenap waktu dan tenaga tercurah untuk meraih kesuksesan. Semua itu memang bisa membuat orang menjadi besar, kaya dan ternama. Namun, ketika menoleh ke belakang, ia akan sadar bahwa semua prestasi yang telah dicapai sia-sia. Mengapa? Karena semuanya cepat sirna. Banyaknya waktu yang dihabiskan untuk mengejar sukses membuat kita kehilangan banyak waktu untuk menikmati hidup untuk mensyukuri makanan dan minuman, serta menikmati kebersamaan dengan keluarga.

Banyak orang bekerja keras dari pagi hingga larut malam, sampai jarang bisa bercengkerama dengan keluarganya. Mereka berdalih, "Aku berjerih payah mencari uang demi keluarga." Benarkah itu? Apa artinya berkeluarga jika kita sulit ditemui? Tanpa kehadiran, kasih, dan perhatian, keluarga akan merana. Kalau sudah begitu, semua yang kita kumpulkan nantinya menjadi sia-sia!

Senin, 20 September 2010

Kekuatan Memberi

"Rahasia kemakmuran adalah kedermawanan, karena dengan membagi kepada orang lain, hal baik yang akan diberikan dalam kehidupan kita, bahkan berkelimpahan."
-- J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania , tinggal di India

KISAH nyata ini keluar dari mulut Sang Dokter. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter mata ini membuka prakteknya di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Selain itu, ia juga melayani konsultasi masalah keluarga, termasuk masalah spiritual. Tanpa dipungut biaya, alias gratis. Sang dokter menolak dengan halus setiap pemberian uang sebagai imbalan jasa konsultasi. Ia malah menyarankan agar uangnya diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya, seperti yayasan yatim piatu..

Suatu hari, sang dokter kedatangan tamu seorang ibu beserta putranya yang telah menginjak usia paruh baya. Sang anak dalam keadaan lumpuh kakinya, sehingga ia harus berada di kursi roda. Maksud kedatangan mereka sesungguhnya ingin menanyakan seputar masalah keluarga. Tetapi begitu tiba di ruang dokter, sebelum menyampaikan keluhannya, sang dokter mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah terhadap si anak. Putranya, menurut sang dokter, pernah mempunyai kesalahan yang membuat ibunya sakit hati. Sang anak tentu saja kebingungan. Begitu pula sang ibu, yang tahu-tahu diungkit peristiwa di masa lalu. Sang anak mencoba mengingat-ingat kembali peristiwa masa lampau. Sang ibu memang mengakui kalau ia dulu pernah sakit hati oleh tindakan anaknya. Hal itu terus membekas di hatinya menjadi goresan luka batin, yang akhirnya teringat kembali saat itu juga.

Akhirnya, sang anak pun teringat akan kekilafannya. Ia menyesal dan menangis. Secara susah payah, sang anak berusaha bangkit dari kursi rodanya untuk bersimpuh di hadapan kaki ibunya meminta maaf. Ibunya, dengan berlinang air mata, secara tulus akhirnya memaafkan kesalahan putranya di masa lampau. Secara refleks, sang ibu mengangkat putranya berdiri untuk memeluk dan menciumnya. Ajaib, seketika itu juga sang anak dapat berdiri tanpa dibantu lagi oleh kursi roda. Sang ibu memang hanya memberikan maaf dengan tulus, tetapi efeknya sungguh luar biasa.

Kisah ini memang bertolak belakang dengan legenda Malin Kundang. Dimana sang Ibu menyumpah anaknya menjadi batu. Tak ada batu berbentuk manusia. Itulah logika yang paling benar dari cerita yang menyangkut hubungan ibu dan anak. Kisah Malin Kundang selama ini oleh beberapa pihak dinilai jauh dari cinta kasih seorang ibu yang sebenarnya. Walau begitu, tetap ada hikmah yang dapat dipetik dari legenda tersebut.

Sejatinya, Ibu mana yang tega melihat anaknya susah, apalagi menjadi batu sesuai dengan sumpahnya. Alamak, Ibu adalah pintu keluasan hati dan penuh maaf. Berkacalah pada ibu. Dia akan rela lebih menderita, ketimbang melihat anaknya yang kesusahan. Dia akan menyisihkan nasi yang ada untuk anaknya, walau ia sendiri lapar. Dia akan memakan makanan yang bergizi agar janin dalam tubuhnya bisa tumbuh sehat. Seperti dalam bait lagu, 'hanya memberi, tak harap kembali.' Betul, tak pernah berharap mendapatkan balasan dari semua yang telah dilakukannya. Itulah makna dari memberi yang sesungguhnya.

Memberi? Betul, memberi. Makna dari sebuah pemberian memang besar artinya. Lantas, mengapa orang yang berkelimpahan enggan untuk memberikan sesuatu? Atau, mengapa orang enggan memberikan maaf? Karena mungkin ia berpikir, bila ia memberi kekayaan, pemberian itu akan habis begitu saja tanpa kembali. Atau mungkin ia berpikir, harga dirinya akan turun kalau ia memberikan maaf kepada orang yang menyakitinya. Padahal justru sebaliknya. Semakin banyak memberi, akan lebih semakin banyak menerima. Kalau orang mengetahui kekuatan memberi, percayalah, akan banyak orang yang berlomba-lomba untuk memberikan segala sesuatunya.

Itulah mengapa, dalam setiap agama selalu diajarkan untuk memberikan sesuatu yang kita miliki. Selain diajarkan selalu memberikan kebajikan, juga kekayaannya. Umat Islam mengenal Zakat dan Sedekah. Umat Kristen Protestan mengenal perpuluhan, yaitu kewajiban untuk memberikan sepersepuluh dari pendapatannya kepada rumah Tuhan, dan Elemosune, yang dapat diterjemahkan dengan kata memberi sedekah.. Umat Katholik mengenal Persepuluhan dan juga Sedekah. Umat Hindu mengenal Sedekah Dana Punia, yaitu pemberian yang dilakukan secara sukarela dan tulus ikhlas berupa materi. Sedangkan Buddha mengajarkan bagaimana menggunakan kekayaan yang telah dimiliki, yaitu bila ia perumah tangga yang baik, mengumpulkan harta dengan cara-cara baik, ia harus membantu sanak familinya, serta orang lain dalam empat bagian, juga dikenal Amisa Dana, yaitu memberikan bantuan dalam bentuk materi kepada yang membutuhkan.

Pemberian itu seyogianya dilakukan dengan ikhlas, diberikan pada tempat dan waktu yang tepat. Juga pemberian itu haruslah bertujuan mulia. Yang patut diingat, memberi tak harus berupa uang. Ia bisa berupa apa saja. Sekarang, tengoklah lemari pakaian Anda. Apa yang Anda lihat? Tentu saja sederetan pakaian yang Anda miliki. Nah, ambil sebanyak mungkin. Bila perlu semuanya, untuk kemudian Anda serahkan kepada mereka yang membutuhkannya, misalnya yayasan yatim piatu. Kalau merasa sayang, sisakan beberapa setel saja untuk Anda pakai dalam bekerja selama satu minggu atau untuk Anda pakai sehari-hari. Tak perlu banyak berpikir. Pakaian itu mungkin sudah ketinggalan jaman. Anda perlu memberi lagi yang baru.

Sebuah penelitian menunjukkan, dengan memberi terhadap sesama, membuat diri kita menjadi lebih bahagia. Hukum kekekalan energi mengatakan, tiada energi yang hilang bila dikeluarkan. Ia akan kembali dalam bentuk lain. Begitu pula soal kebaikan, apapun. Ia tak akan hilang walau Anda telah memberikannya. Bahkan Deepak Chopra dalam '7 Spiritual Law of Success' mencantumkan 'Law of Giving' sebagai hukum kedua untuk sukses.

Nah, mulai sekarang, banyak-banyaklah memberi. Memberi maaf. Memberi senyum. Memberi kebajikan. Memberi kemuliaan. Memberi materi. Dan sebaiknya, tak usah berharap dari semua pemberian yang telah Anda lakukan. Karena itulah kebahagiaan sesungguhnya yang didapatkan. Kebahagiaan memberi. Seperti yang dilakukan ibu terhadap kita: hanya memberi, tak harap kembali.

Sumber: Kekuatan Memberi oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta

Jumat, 27 Agustus 2010

Cukup Itu Berapa?

Alkisah, ada seorang petani yang menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubuk mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.

Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

----------

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang & kurang.

Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal "berapa jumlahnya". Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha & berkarya.

"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandek & berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang bahagia..

Kamis, 26 Agustus 2010

Berbicara dengan Hati, Bukan Jari

"Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu. Dan perhatikan manusia di sekelilingmu."
-- Eric Schmidt, CEO Google

ADIL jengkel betul dengan istrinya. Sepanjang liburan akhir pekan keduanya sepakat memilih beristirahat di rumah. Lima hari bekerja membuat mereka ingin melemaskan otot-otot. Sekaligus tentu saja mempererat tali cinta diantara mereka berdua. Maklum, mereka belum lagi genap dua tahun menikah. Buah hati yang menjadi dambaan mereka tak kunjung datang. Mungkin Yang Di Atas belum memberikan mereka kepercayaan. Begitu keduanya menghibur diri.

Tapi akhir pekan yang seharusnya indah justeru berubah menyebalkan. Seharian Anita, sang istri, hanya berada di kamar. Mungkin saja letih. Dia ingin istirahat penuh. Namun yang membuatnya jengkel, Anita terus menggenggam gadget kesayangannya. Anita kadang tertawa sendiri. Sampai kadang dia tak ingin jauh dari colokan listriknya. Gadget kesayangannya itu sering kehilangan tenaga, sehingga terpaksa harus dicharge.

Adil geleng-geleng kepala. Namun Anita cuek bebek. Katanya, dia sedang asyik mengobrol dengan teman yang lama tak dijumpainya. Bertemu di jejaring sosial facebook, mereka kemudian bertukar nomor PIN. Lalu itulah yang terjadi, mereka mengobrol ngalor-ngidul sesuka hati. Adil pun memilih untuk keluar rumah dan mengobrol dengan tetangga.

Ponsel cerdas itu menjadi booming di dunia, termasuk Indonesia. Apalagi setelah beberapa tokoh dunia dan seleb memakainya juga. Kelebihan menggunakan gadget ini dibandingkan dengan ponsel biasa memang beragam, misalnya saja layanan push mail, menerima dan membalas email yang masuk pada saat itu juga. Atau mengambil foto dan mengirimkannya ke handai taulan di luar negeri dalam sekejap. Lalu ada pula fasilitas chatting, browsing, hingga fasilitas online berbagai situs jejaring sosial. Kedekatan seseorang di dunia maya seakan-akan tidak lagi terpisahkan oleh ruang dan waktu. Tak aneh bila kemudian muncul istilah, 'mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.'

Namun memakai gadget ini bukan tak ada kekurangannya sama sekali. Contohnya, ya itu, interaksi antara Adil dan Anita menjadi tak nyaman. Ketika seseorang berasyik masyuk dengan dirinya dan dunianya sendiri, serta tidak memperdulikan lingkungan sekitar, apalagi menjadikannya sebagai ketergantungan yang sangat, maka menurut anak zaman sekarang dikatakan terkena 'gejala autis'. Tapi bukankah merujuk peribahasa, 'man behind the gun', bahwa baik-buruknya penggunaan teknologi tergantung si pemakainya? Betul. Bila pemakainya memakai dengan bijak, tentu tak masalah. Sebaliknya pun demikian.

Tapi nyatanya memang, menurut penelitian, ketergantungan akan gadget menyebabkan seseorang menjadi tak fokus. Bahkan para uskup senior di Liverpool, Inggris menantang umatnya untuk berpuasa teknologi selama 40 hari. Mereka mendorong masing-masing orang untuk memangkas penggunaan karbon dengan tidak memakai sejumlah gadget. Tingkat ketergantungan pemakai gadget memang sungguh luar biasa. Hingga muncul istilah, 'it is heaven for business owners, but hell for employees'.

Gadget dibuat dengan tujuan membantu si pemakainya. Untuk menjadikan urusan berjalan dengan efektif dan efisien. Ambil satu contoh, misalnya saja ketika diadakan rapat penting. Saat dalam rapat membutuhkan komunikasi rahasia di antara peserta rapat, tentu saja cara yang cerdas dengan menggunakan gadget yang tersedia.

Tetapi pada kenyataannya, yang kerap kita jumpai, teknologi yang awalnya dirancang untuk membantu kehidupan manusia, malah justeru membuat kita semakin menjauh satu dengan lainnya. Menjauh dari orang-orang yang kita kasihi, dan menjauh pula dari Tuhan yang sesungguhnya dekat dengan kita.

Dengarlah apa yang dikatakan Eric Schmidt, CEO Google, dalam pidatonya di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 18 Mei 2009 lalu dihadapan enam ribu wisudawan. Schmidt berujar, "Matikan komputermu. Matikan juga ponselmu. Dan perhatikan manusia di sekelilingmu." Schmidt mengatakan demikian setelah melihat banyaknya kaum muda yang hanya terpaku pada dunia virtual di internet. Seakan tak peduli untuk berelasi dengan orang lain.

Itulah yang dirasakan Adil sekarang. Ia merasa jauh sekali dari istrinya. Adil sesungguhnya tak menuntut lebih dari Anita. Adil hanya ingin Anita menghentikan sekali saja pada saat mereka berada di rumah. Apalagi disaat-saat mereka sedang berdua atau liburan. Baginya komunikasi yang baik bukan lagi semata dengan jari-jari, walau teknologi sudah maju. Berbicara dengan tatap muka, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh tentu lebih memanusiakan diri.

Kita seharusnya memang dapat berhenti sejenak dari kegaduhan dunia virtual dan kembali pada 'habitatnya' sebagai makhluk sosial.

*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media Komputindo, 2009

Selasa, 20 Juli 2010

Saya Bilang Bagus Banget Nih...

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
Disaat kamu mulai tidak mencintainya...ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
Disaat kamu mulai bosan dengannya...ingatlah selalu saat terindah bersamanya
Disaat kamu ingin menduakannya...bayangkan jika dia selalu setia
Saat kamu ingin membohonginya...ingatlah disaat dia jujur padamu
Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu

Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu
Yang indah hanya sementara
Yang abadi adalah kenangan
Yang ikhlas hanya dari hati
Yang tulus hanya dari sanubari

Tidak mudah mencari yang hilang
Tidak mudah mengejar impian
Namun yang lebih susah mempertahankan yang ada

Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga.

Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....
Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yang luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki

Apalagi yang mau diperebutkan
Apalagi yang mau disombongkan
Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu perhitungan
Jangan hanya mau menang sendiri
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

Belajarlah tiada hari tanpa kasih

Selalu berlapang dada dan mengalah
Hidup ceria, bebas leluasa...

Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
Tak ada dendam yang tak bisa terhapus....

Semoga kita bisa banyak berubah menjadi lebih baik setelah membaca pesan ini.

Kamis, 15 Juli 2010

Berbuat Baik

"Banyak orang menjengkelkan dan mementingkan diri sendiri. Walau begitu, ampunilah mereka. Jika Anda berbuat baik, orang bisa curiga. Walau begitu, tetaplah berbuat baik. Jika Anda jujur, orang akan mencurangi Anda. Walau begitu, tetaplah jujur. Kebaikan Anda hari ini mungkin sudah terlupakan besok pagi. Walau begitu, teruslah berbuat baik. Sebab segala sesuatu merupakan urusan Anda dengan Allah. Bukan dengan manusia. Maka, berikan selalu yang terbaik." - Ibu Teresa

Jumat, 18 Juni 2010

Petani

Jika engkau seorang petani. Berlakulah sebagai seorang petani. Anton P Chekhov

Rabu, 16 Juni 2010

Bola Kaca, Bola Karet

Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik,
“Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dengan lima bola di udara. Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan:
• Pekerjaan
• Keluarga
• Kesehatan
• Sahabat, dan
• Semangat

Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh.

Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb, lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET. Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA. Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!

Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan yang adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.

Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan Kesehatan. Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan Sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya.

Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jangan sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.

Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita membelinya lagi?

Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli Sahabat?

Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis?

Jagalah prioritas hidup Anda tetap seimbang .

Senin, 14 Juni 2010

Memaafkan Tanpa Melupakan

Pasti diantara pembaca pernah merasa disakiti atau dikecewakan orang lain. Pada saat itu, sering kita dinasehati seperti ini, "Sudah, lupakan saja".

atau

"Yang sudah terjadi biarlah...".

atau

"Jangan diingat-ingat".

atau

"Diingat juga tidak ada gunanya".

atau kata-kata lainnya yang sejenis.

Nasihat yang kedengarannya baik dan bijak, tetapi rasanya tidak tepat. Berapa banyak orang yang dapat melupakan rasa sakit atau kecewa? Rasanya tidak banyak...

Hampir tidak mungkin kita melupakan rasa sakit dan kecewa atau kepahitan yang pernah kita alami. Yang namanya pengalaman buruk, atau "kesakitan" yang ditimbulkan orang lain tidak mudah untuk kita hapus dari ingatan kita. Suka atau tidak, itu sudah menjadi bagian hidup kita.

Tapi ada satu hal yang bisa kita lakukan, yaitu bukan melupakannya, melainkan mengingatnya dengan cara baru. Bukan menghapusnya dari ingatan kita, tapi memaknainya dari sudut pandang yang baik.

Yang paling mudah adalah, jika kita merasa disakiti atau dikecewakan, kita bisa bilang :
"saya yakin dia tidak bermaksud begitu..."
"saya yakin dia gak sadar waktu melakukannya..."
"saya yakin ada alasan dia melakukan itu..."

Kejadian yang mungkin kita pernah alami, adalah pada saat berkendaraan dijalan.
Sering kita menemukan sopir ugal-ugalan, baik pengendara angkot, bus, motor, mobil, dll.

Jika saya menerima perlakukan yang saya anggap tidak adil buat saya dari mereka, sering saya cuma bilang dalam hati :
"saya yakin dia sedang kejar setoran yang belum ada lebihnya buat istri dan anaknya..."
"mungkin dia sedang bawa pasien yang sakit keras, dan butuh perawatan segera..."
"mungkin dia terburu-buru, karena terlambat ke kantor...."

Pada akhirnya apa yang saya pikirkan tidak lagi penting. Satu hal yang pasti adalah saya tidak terjebak pada emosi sesaat, yang dapat berujung pada kehilangan mood saat berkendaraan, yang mungkin saja sedang bersama keluarga, sedang berangkat ke kantor, dll.

Sabtu, 12 Juni 2010

Yang terpenting

Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan, namun bagaimana bertanding dengan baik - Baron Pierre De Coubertin

Kamis, 10 Juni 2010

Pintar juga tuh keledai

Seorang petani berduka. Keledainya, harta tunggalnya, terperosok ke sumur. Ia minta tolong pada tetangga, tetapi usahanya sia-sia. Semua membujuk supaya ia merelakan keledainya. Dan, agar kelak bangkai si keledai tak menimbulkan bau dan penyakit, tetangga mengusulkan agar sumur itu ditimbun tanah. Sementara tanah ditimbunkan ke sumur, si keledai terus merintih. Mereka berpikir si keledai pasti sudah mati.

Namun, semua kaget ketika keledai itu melompat keluar! Ternyata, setiap gundukan tanah yang menimpa dan menyakiti si keledai itu selalu dikibaskannya, dan lama-lama menumpuk di bawah kaki dan menjadi pijakan baru baginya.

Senin, 07 Juni 2010

7 Keajaiban Dunia

Seorang guru memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menyebutkan tujuh keajaiban dunia. Sebagian besar murid segera menuliskan jawabannya di kertas mereka. Namun, salah seorang muridnya hanya termangu-mangu di bangkunya. Dan ketika jam pelajaran hampir selesai, kertasnya masih kosong. Gurunya heran karena sesungguhnya si murid tergolong anak yang cerdas.

"Masakan kau tidak tahu satu pun keajaiban dunia?" tanya gurunya.
"Sebenarnya banyak, Bu, tapi saya bingung memilih yang mana."

Kening gurunya berkerut, dan meminta si murid menjelaskan. Si murid pun menyebutkan keajaiban dunia versinya: bisa melihat, bisa mendengar, bisa berkata-kata, bisa mengecap, bisa berjalan, bisa merasakan, bisa menyayangi, dan sebagainya.

Gurunya tertegun dan tersadar, betapa mudahnya kita mengagumi karya hebat buatan manusia, dan menganggap biasa saja berbagai keajaiban yang Tuhan karuniakan secara cuma-cuma!

Jumat, 21 Mei 2010

Doa Minta Jodoh (Yang Maksa)

"Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, dekatkanlah...

Tapi kalau bukan jodohku, Jodohkanlah....

Jika dia tidak berjodoh denganku, maka jadikanlah kami jodoh...

Kalau dia bukan jodohku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, selain aku...

Kalau dia tidak bisa di jodohkan denganku, jangan sampai dia dapet jodoh yang lain, biarkan dia tidak berjodoh sama seperti diriku...

Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh, jodohkanlah kami kembali...

Kalau dia jodoh orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku....

Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan kemudian Jodohkan kembali dia dengan ku ...

"Amin...".

Minggu, 16 Mei 2010

Kelompok 99

Zaman dahulu kala, hiduplah seorang Raja. Raja ini seharusnya puas dengan kehidupannya, dengan segala harta benda dan kemewahan yang ia miliki. Tapi Raja ini tidak seperti itu. Sang Raja selalu bertanya-tanya mengapa ia tidak pernah puas dengan kehidupannya. Tentu saja, ia memiliki perhatian semua orang kemana pun ia pergi, menghadiri jamuan makan malam dan pesta yang mewah, tetapi, ia tetapi merasa ada sesuatu yang kurang dan ia tidak tahu apa sebabnya.

Suatu hari, sang Raja bangun lebih pagi dari biasanya dan memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar istananya. Sang Raja masuk ke dalam ruang tamunya yang luas dan berhenti ketika ia mendengarkan seseorang bernyanyi dengan riang... dan perhatiannya tertuju kepada salah satu pembantunya. .. yang bersenandung gembira dan wajahnya memancarkan sukacita serta kepuasan. Hal ini menarik perhatian sang Raja dan ia pun memanggil si hamba masuk ke dalam ruangannya.

Pria ini, si hamba, masuk ke dalam ruangan sang Raja seperti yang telah diperintahkan. Lalu sang Raja bertanya mengapa si hamba begitu riang gembira. Kemudian, si hamba menjawab, "Yang Mulia, diri saya tidaklah lebih dari seorang hamba, namun apa yang saya peroleh cukup untuk menyenangkan istri dan anak-anak saya. Kami tidak memerlukan banyak, sebuah atap di atas kepala kami dan makanan yang hangat untuk mengisi perut kami. Istri dan anak-anak saya adalah sumber inspirasi saya, mereka puas dengan apa yang bisa saya sediakan walaupun sedikit. Saya bersukacita karena mereka bersukacita. " Mendengar hal tersebut, sang Raja menyuruh si hamba keluar dan kemudian memanggil asisten pribadinya masuk ke dalam ruangan.

Sang Raja berusaha mengkaji perasaan pribadinya dan mengkaitkan dengan kisah yang baru saja didengarnya, berharap dirinya dapat menemukan suatu alasan mengapa ia seharusnya dapat merasa puas dengan apa yang dapat diperoleh dengan sekejap tetapi tidak, sedangkan hambanya hanya memperoleh sedikit harta tetapi memiliki rasa kepuasan yang besar. Dengan penuh perhatian, sang asisten pribadi mendengarkan ucapan sang Raja dan kemudian menarik kesimpulan. Ujarnya, "Yang Mulia, saya percaya si hamba itu belum menjadi bagian dari kelompok 99." "Kelompok 99? Apakah itu?" tanya sang Raja. Kemudian, sang asisten pribadi menjawab, "Yang Mulia, untuk mengetahui apa itu Kelompok 99, Yang Mulia harus melakukan hal ini... letakkan 99 koin emas dalam sebuah kantung dan tinggalkan kantung tersebut di depan rumah si hamba, setelah itu Yang Mulia akan mengerti apa itu Kelompok 99."

Sore harinya, sang Raja mengatur agar si hamba memperoleh kantung yang berisi 99 koin emas di depan rumahnya. Walaupun ada sedikit keraguan mucul, dan sang Raja ingin memberikan 100 koin emas, namun ia menuruti nasihat si asisten pribadi dan tetap meletakkan 99 koin emas.

Esok harinya, ketika si hamba baru saja hendak melangkahkan kakinya keluar rumah, matanya melihat sebuah kantung. Bertanya-tanya dalam hatinya, ia membawa kantung itu masuk ke dalam dan membukanya. Ketika melihat begitu banyak koin emas di dalamnya, ia langsung berteriak girang. Koin emas... begitu banyak! Hampir ia tidak percaya. Kemudian ia memanggil istri dan anak-anaknya keluar memperlihatkan temuannya.

Si hamba meletakkan kantung tersebut di atas meja, mengeluarkan seluruh isinya dan mulai menghitung. Hanya 99 koin emas, dan ia pun merasa aneh. Dihitungnya kembali, terus menerus dan tetap saja, hanya99 koin emas. Si hamba mulai bertanya-tanya, kemanakah koin yang satu lagi? Tidak mungkin seseorang hanya meninggalkan 99 koin emas. Ia pun mulai menggeledah seluruh rumahnya, mencari koin yang terakhir. Setelah ia merasa letih dan putus asa, ia memutuskan untuk bekerja lebih keras lagi untuk menggantikan 1 koin itu agar jumlahnya genap 100 koin emas.

Keesokan harinya, ia bangun dengan suasana hati yang benar-benar tidak enak, berteriak-teriak kepada istri dan anak-anaknya, tidak menyadari bahwa ia telah menghabiskan malam sebelumnya dengan bekerja keras agar ia mampu membeli 1 koin emas. Si hamba bekerja seperti biasa, tetapi tidak dengan suasana hati yang riang, bersiul-siul seperti biasanya. Dan si hamba pun tidak menyadari bahwa sang Raja memperhatikan dirinya ketika ia melakukan pekerjaan hariannya dengan bersungut-sungut. Sang Raja bingung melihat sikap si hamba yang berubah begitu drastis, lalu memanggil asisten pribadinya masuk ke dalam ruangan. Diceritakan apa yang telah dilihatnya dan si asisten pribadinya tetap mendengarkan dengan penuh perhatian.

Sang Raja bertanya, bukankah seharusnya si hamba itu lebih riang karena ia telah memiliki koin emas. Jawab si asisten,"Ah. . tetapi, Yang Mulia, sekarang hamba itu secara resmi telah masuk ke dalam Kelompok 99." Lanjutnya, "Kelompok 99 itu hanyalah sebuah nama yang diberikan kepada orang-orang yang telah memiliki semuanya tetapi tidak pernah merasa puas, dan mereka terus bekerja keras mencoba mencari 1 koin emas yang terakhir agar genap 100 koin emas.

Kita harusnya merasa bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita, dan kita bisa hidup dengan sedikit yang kita miliki. Tetapi ketika kita diberikan yang lebih baik dan lebih banyak, kita menghendaki lebih! Tidak menjadi orang yang sama lagi, yang puas dengan apa yang ada, tetapi kita terus menghendaki lebih dan lebih dan memiliki keinginan seperti itu kita membayar harga yang tidak kita pun sadari. Kehilangan waktu tidur, kebahagiaan, dan menyakiti orang-orang yang berada di sekitar kita hanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita sendiri. Orang-orang seperti itulah yang tergabung dalam Kelompok 99!"

Mendengar hal itu, sang Raja memutuskan bahwa untuk selanjutnya, ia akan mulai menghargai hal-hal yang kecil yang ada dalam hidup kita. Berusaha untuk memiliki lebih itu bagus, tetapi jangan berusaha terlalu keras sehingga kita kehilangan orang-orang yang dekat dengan kita, jangan pernah menukar kebahagiaan dengan kemewahan atau kesenangan semata...

Sabtu, 15 Mei 2010

Cuman Chinesse Yang Bisa Begini

Sebuah keluarga di sebuah Provinsi Selatan China, dibingungkan saat peti jenasah dari nenek mereka tiba dari Amerika. Peti itu dikirimkan oleh salah satu sepupu mereka di sana. Jenasah nenek mereka nampak sangat terhimpit di dalam peti dan tidak ada ruang lagi yang tersisa. Saat mereka membuka tutup peti jenasah itu, mereka menemukan sebuah surat di atasnya; dan isinya
adalah:

Sepupuku yang terkasih,

Bersama ini aku kirimkan tubuh nenek dan dia ingin untuk dikremasikan di tanah leluhur kita di Tung Shin. Maaf aku tidak bisa datang karena gajiku sudah tidak bersisa lagi.

Kalian akan menemukan di dalam peti, di bawah tubuh nenek, 12 kaleng Yohmeitsu, 10 kantong coklat Swiss! Dan beberapa kantong Chinatown Lap Cheong. Itu semua untuk kalian, dibagi rata, ya!

Di kaki nenek, kalian akan menemukan sepasang sepatu Nike Air (ukurannya
10) untuk Ah Cu. Juga ada 2 pasang sepatu untuk Ah Mei dan Ah Lien. Semoga ukurannya cocok. Nenek memakai 6 buah T-Shirt CK (Calvin Klein). Yang ukurannya besar untuk Ah Bak dan yang lain untuk para keponakan. Kalian pilih sendiri yang mana.

2 buah celana jeans Armani yang nenek pakai adalah untuk anak-anak. Jam tangan Rolex yang selama ini Lee Ah Bai inginkan ada di tangan kiri nenek. Untuk bibi Pei Pei, nenek mengenakan kalung, cincin dan anting merk Tiffany yang selama ini engkau inginkan. Itu semua untukmu. Juga ada 6 buah kaos kaki Polo yang dipakai nenek dibagi juga untuk para sepupu.

Jangan lupa, beritahu aku apa lagi yang kalian butuhkan karena kakek akhir-akhir ini juga memburuk kesehatannya...aku dapat mengirimkan semua itu saat kakek kita kembali ke sana juga.......

Senin, 10 Mei 2010

Arti Foto di Facebook

FOTO BARENG PASANGAN (CLOSE UP)
"Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa diri lebih keren dari yang ini."

FOTO BARENG PASANGAN DI LUAR NEGERI (berlatar belakang menara Eifel, air terjun Niagara , pagoda dll.)
"Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa diri lebih keren dan lebih mapan dari yang ini."

FOTO BARENG PASANGAN DAN ANAK DI LUAR NEGERI
"Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa diri lebih keren dan lebih mapan dari yang ini, plus mampu ngempanin anak gue."

FOTO SENDIRIAN, DI LUAR NEGERI
"Dilarang ngajak kenalan, kecuali kalo merasa mampu ngongkosin gue main ke sini."

FOTO SENDIRIAN, DI TEMPAT WISATA DALAM NEGERI (Borobudur, Taman Mini, Dufan, Pantai Kuta dll.)
"Gue mah anaknya irit! Diajak ke Bali juga nyengir!"

FOTO BARENG TEMEN
"Paling enggak TEMEN-TEMEN gue ada yang keren"

FOTO BARENG BINATANG PELIHARAAN
"Paling enggak gue LEBIH KEREN dari peliharaan gue kan..."

FOTO BAYI (ANAKNYA ASLI)
Pura-pura sayang anak, kalau pasang foto dirinya takut dimarahin suami/bini: "Emang mau nyari yang baru di Facebook?"

FOTO BAYI (ADIK, KEPONAKAN, ANAK TETANGGA)
Pengen cepet-cepet kawin

FOTO BINATANG PELIHARAANNYA DOANG
"Paling enggak PELIHARAAN gue KEREN kan..."

FOTO BARENG MOBIL
"Paling enggak lo nggak akan jalan kaki dah ma gue..!"

FOTO JADUL
"Paling enggak DULU gue sempet rada keren n funky."

FOTO BARENG PASANGAN, POSE MESRA/BERPELUKAN
"Gila, ni orang nempel mulu! Ngga nyadar gue udah bosen!"

FOTO DI DEPAN RUMAH DENGAN BUSANA CASUAL
"Majikan gue sering pergi kok... Aman!"

FOTO KARTUN/ARTIS/LOGO
"Jangan nilai gue dari segi tampang, lah...jangan, ya... JANGAN aja pokoknya!"

FOTO SENDIRIAN, CLOSE-UP
"Gila, gue keren ya?"

FOTO SENDIRIAN, CLOSE-UP, POSE COVER MAJALAH
"Gila, gue keren BANGET ya? ckckck!"

FOTO SENDIRIAN, CLOSE-UP, POSE COVER MAJALAH, PAKE EFEK BLUR/SEPHIA/DLL
"SEANDAINYA ngga jerawatan/beruntusan/panuan/bopengan, gila, gue keren BANGET ya? ckckck!"

TIDAK ADA FOTO/FOTO CUMA SATU ITU PUN PASFOTO, TRUS 'LAST LOGIN'-NYA LEBIH DARI 3 MINGGU YG LALU
Join Facebook gara2 ada temennya yang ngojok2in "Ikutan facebook yuk, asik lho!"
trus udah dijawabin "Males ah" tapi temennya tetep ngotot "Alaa... ikut
deh, biar rame tauk..!"terus biar udah dibilangin "Enggak mau/engga sudi/engga sempet" tuh temen terus aja ngejar2 tiap hari akhirnya join biar terbebas dari
teror tapi abis itu ngga pernah dibuka2 lagi.

FOTO YANG SAMA, BEBERAPA BIJI
Baru join Facebook, belom tau bahwa facebook suka lelet, jadi waktu upload foto sempet bingung "Loh, kok foto gue ngga nongol? Wah, uploadnya gagal nih. upload lagi ah.." trus setelah nyoba lagi; "eh! kok belom juga? gimana sih ni, gagal mulu. coba lagi ah..." Demikian seterusnya.

Kamis, 15 April 2010

Tentang Ah Beng

Ah Beng talk to a long-distance telephone operator.
Ah Beng: "COULD YOU PLEASE TELL ME THE TIME DIFFERENCE BETWEEN Taipei AND LAS VEGAS ?"
Operator: "JUST A MINUTE..."
Ah Beng : "THANK YOU , lah" AND PUTS DOWN THE PHONE.

############ ######### ######### ######### ##

After completing a jigsaw puzzle he'd been working on for quite
sometime, Ah Beng proudly shows off the finished puzzle toa friend.
"It took me ONLY 5 MONTHS TO DO IT", Ah Beng brags.
"FIVE MONTHS ? THAT'S TOO LONG", the friend exclaims.
"YOU ARE A FOOL." Ah Beng replies, "SEE THIS BOX, IT IS WRITTEN FOR 4-7 YRS".

############ ######### ######### ######### ##

At a bar in New York, the man to Ah Beng's left tells the bartender,
"JOHNNIE WALKER, SINGLE"
and his companion says , "JACK DANIELS, SINGLE".
The bartender approaches Ah Beng and asks, "AND YOU, SIR ?"
Ah Beng replies : "Tan Ah Beng, MARRIED lah"

############ ######### ######### ######### ##

Ah Beng wants to buy a TV set. He goes to a shop.
Ah Beng : "Do you have color TV ?"
Salesgirl : "Yes !"
Ah Beng : "Give me a green one, please "

############ ######### ######### ######### ##

Ah Beng is filling up an application form for a job. He supplied the information for the columns on Name, Age, Address etc.
Then he comes to column on "Salary Expected", but he is not sure of the question. After much thought, he writes " Yes"

############ ######### ######### ######### ##

Ah Beng goes to a store and sees a shiny object.
Ah Beng : "What is that shiny object ?"
Salesgirl : "That is a thermos flask."
Ah Beng : "What does it do ?"
Salesgirl : "It keeps hot things hot and cold things cold"
Ah Beng : "I'll buy it"
The next day, Ah Beng goes to work with his thermo flask
Boss : "What is that shiny object ?"
Ah Beng : "It's a thermos flask."
Boss : "What does it do ?"
Ah Beng : "It keeps hot things hot and cold things cold"
Boss : "What do you have in it !?"
Ah Beng : "Two cups of coffee and one scoop of ice cream"

############ ######### ######### ######### ##

Ah Beng had just bought a new computer and was using it.
When he encountered some problems. He decide to use the 'Help'
command after some tries.
Soon after, he became very irritated and called the computer
retailer for support.
Ah Beng : "I press the 'F1' key for help lah, but it's been over half an hour and still nobody come and help me Lah ?!"

############ ######### ######### ######### ##

Ah Beng with two red ears went to his doctor.
The doctor asked him what had happened to his ears and he answered, "I
was ironing a shirt and the phone ring, lah – but instead of picking up
the phone, I accidentally picked up the iron and stuck it to my ear,
lah" "Oh dear !" the doctor exclaimed in disbelief. "But ..what
happened to the other ear ?" Ah Beng answered : "That stupid dumbo
called back again lah !!!!"

Jumat, 09 April 2010

Konsep Pencobaan

Pernah dengar nasehat yang bilang :
"Tuhan sedang mencobaimu...."
atau
"Tuhan sedang menegurmu..."
atau
"Kembalilah ke jalan Tuhan..."
atau
"Lagi terima karma dosa kamu kali..."

Kalimat-kalimat enteng yang bersifat nasehat kayak diatas, sering kita dengan kalau kita sedang sakit agak parah, sedang tidak beruntung (usaha), atau sedang mengalami kecelakaan.

Gak salah sih... isi nasehatnya...
Tapi pertanyaannya "APAKAH TUHAN PUNYA PENDAPAT YANG SAMA?"

Nah, kalau saya berpendapat seperti ini :

Pertama, setahu saya, Tuhan TIDAK PERNAH mencobai manusia, tapi kadang MEMBERIKAN IJIN pencobaan itu mampir kepada manusia. Yang mencobai manusia itu hanya IBLIS. Jadi jangan asal bilang "Kamu sedang dicobai Tuhan..."

Kedua, bukannya kita LEBIH MUDAH mengingat Tuhan pada saat kita dalam kesusahan, daripada disaat-saat kita mengalami kejayaan? Jika kita sukses, paling-paling yang keluar dari kita adalah "Terima kasih Tuhan buat berkatMU... Amin". Trus lupa deh...
Yang diingat, gimana mau traktir teman-teman atau keluarga. Beli kado buat si-dia.

Coba kalau sedang kesulitan, sakit, kena musibah... yang keluar dari kita bukan hanya DOA yang panjang, tapi keringat dan air mata sering menyertainya.
Jadi pendapat saya, berhati-hatinya terhadap kejayaan dan kesuksesan, karena buat saya itulah pencobaan sesungguhnya.

Eeeiiiiittt, ntar dulu, bukannya bilang gak boleh sukses yah... saya cuma bilang berhati-hati.

Ketiga, buat saya ini yang sangat penting... Bahwa menerima Tuhan Yesus adalah mutlak... Sisanya hanya tambahan dan pelengkap.

Ingat Tuhan tidak pernah nawarin kita yang enak-enak kalau ikut DIA. Saya umpamakan seperti ini... Anda ditawari sebuah kotak yang didalamnya disertai dengan "keselamatan kekal", rejeki - kesulitan, berkat - kesusahan, sehat - sakit, senang - susah, untung - buntung, disayangi - disakiti, siang - malam, cerah - hujan, terhindar - kecelakaan, dll.

Semuanya dikemas dalam kotak yang bernama "Yesus", pilihan Anda : (1) AMBIL atau (2) TIDAK ? ..... hhhhmmmmm...... menunggu jawaban Anda..... hhhhmmmmm



Kenapa Anda pilih AMBIL ?
Saya yakin, karena Anda tahu kalau semua barang yang ada di"kotak" bernama Yesus itu memiliki "oposit" (berlawanan, yin dan yang), hanya satu yang tidak ada opositnya yaitu KESELAMATAN KEKAL.

Jadi kalau kita menerima "kotak" itu, ada satu yang pasti kita miliki yaitu KESELAMATAN. Sedangkan lainnya adalah pelengkap, dan buat saya pribadi tidak ada hubungannya apakah saya harus susah atau senang, apakah sedang sakit atau sehat.

Menerima Yesus = Mutlak.

Terakhir buat teman-teman pelayan Tuhan, saya cuma titip pesan, hati-hati menggunakan kata-kata yang saya maksud diawal, karena "belum tentu seorang yang sakit atau kesusahan, adalah orang yang sedang menerima ijin mengalami pencobaan".

GBU(Us, jadi gak cuma U)

Kamis, 18 Maret 2010

Biarkan Tuhan Menilaimu

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.
Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu.
Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu.
Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.
Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang.
Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup.
Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu .

Mother Theresa.

Kamis, 11 Maret 2010

Kehidupan Sang Elang

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.

Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!


God Bless You !

Rabu, 24 Februari 2010

Diam Adalah Emas

Saat Anda tak memiliki kata-kata yang perlu dibicarakan,diamlah. Cukup mudah untuk mengetahui kapan waktunya berbicara. Namun, mengetahui kapan Anda harus diam adalah
hal yang jauh berbeda.

Salah satu fungsi bibir adalah untuk dikatupkan. Bagaimana Anda bisa memperhatikan dan mendengarkan dengan lidah yang berkata-kata. Diamlah demi kejernihan pandangan anda. Orang yang mampu diam di tengah keinginan untuk berbicara mampu menemukan kesadaran dirinya.

Sekali Anda membuka mulut, Anda akan temui betapa banyak kalimat-kalimat meluncur tanpa disadari. Mungkin sebagian kecil kata-kata itu tidak Anda kehendaki. Seringkali orang tergelincir oleh kerikil kecil, bukan batu besar.

Butiran mutiara indah hanya bisa tercipta bila kerang mutiara mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Sekali ia membuka lebar-lebar cangkangnya, maka pasir dan kotoran laut segera memenuhi mulutnya. Inilah ibarat, kekuatan Anda untuk diam.

Kebijakan seringkali tersimpan rapat dalam diamnya para bijak. Untuk itu, Anda perlu berusaha membukanya sekuat tenaga. Bukankah pepatah mengatakan, "diam adalah emas".

Selasa, 02 Februari 2010

4 Karakteristik Dari Seorang Pemimpin Yang Baik

VISI :
Seorang pemimpin adalah merupakan seorang Nahkoda / Kapten yang mengendalikan kapal ke arah tujuan yang diinginkan. Karena itu seorang pemimpin harus memiliki VISI kedepan kapalnya mau dibawa kemana ? Seorang Presiden harus memiliki VISI untuk membawa bangsa dan negaranya ke arah mana. Seorang CEO harus memiliki VISI mengenai perusahaan yang dipimpinnya akan dibawa ke arah mana melalui strategi perusahaan jangka panjang, menengah dan pendek. Seorang Manager Departemen harus memiliki VISI bagaimana cara meningkatkan kinerja departemennya sesuai dengan arah strategi perusahaan yang dirumuskan oleh CEOnya. Demikian pula para Supervisor dan Pemimpin Kelompok, mereka harus tau betul apa yang mau dicapai dan bagaimana cara mencapai kinerja yang lebih baik dalam kelompoknya, in line dengan strategi departemennya.

CONFIDENCE / OPTIMISME :
Menurut Tanadi Santoso, seorang pemimpin harus memiliki self confidence yang tinggi. Dia tidak boleh ragu-ragu dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Dia tau persis apa yang harus dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan kinerja kelompoknya dan mengatasi masalah sehari-hari. Seorang pemimpin juga adalah seorang risks taker yang berani mengambil resiko untuk menyelamatkan kepentingan kelompok / perusahaan yang dipimpinnya. Dia juga selalu optimis dan berpikir positif dalam memandang masa depan, tidak khawatir dan selalu yakin akan bisa berhasil.

MEMBERI HARAPAN (HOPE) :
Seorang pemimpin adalah seorang yang bisa memotivasi bawahannya. Dia bisa memberikan harapan (bukan harapan kosong) sekaligus perlindungan dan rasa ketenteraman anak buahnya dalam bekerja. Dia pandai membuat anak buahnya bersemangat kembali dalam bekerja. Pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang memiliki hati sekaligus ketegasan dalam memimpin anak buahnya.

PANTANG MENYERAH :
Seorang pemimpin adalah seorang nahkoda kapal yang tidak gampang menyerah walaupun kapalnya diterpa badai dan angin topan. Dia adalah seseorang yang tidak mudah frustrasi dan menyerah dalam menghadapi kesulitan2 betapapun beratnya masalah tersebut. Dia tetap bisa memimpin anak buahnya dengan baik dan tidak lari walaupun kelompoknya diserang oleh berbagai kepentingan dari luar. Dia bisa menghadapi semua tantangan dengan tegar dan tetap berdiri dengan tegak.

Jumat, 15 Januari 2010

Mengubah Pola Pikir

Sekelompok wisatawan tertahan di suatu tempat asing di luar kota. Mereka hanya menemukan bahan makanan yang kedaluwarsa. Karena lapar, mereka terpaksa menyantapnya, meskipun sebelumnya dicobakan dulu kepada seekor anjing yang ternyata menikmatinya dan tak terlihat efek sampingnya.Keesokan harinya, ketika mendengar anjing itu mati, semua orang menjadi cemas.

Banyak yang mulai muntah dan mengeluh badannya panas atau terserang diare. Seorang dokter dipanggil untuk merawat para penderita keracunan makanan. Kemudian sang dokter mulai mencari sebab-musabab kematian si anjing yang dijadikan hewan percobaan tersebut.

Ketika dilacak, eh ternyata anjing itu sudah mati karena terlindas mobil.

Apa yang menarik dari cerita di atas?
Ternyata kita bereaksi menurut apa yang kita pikirkan, bukan berdasarkan kenyataan itu sendiri. We see the world as we are, not as it is. Akar segala sesuatu adalah cara kita melihat. Cara kita melihat mempengaruhi apa yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan mempengaruhi apa yang kita dapatkan. Ini disebut sebagai model See-Do-Get.

Perubahan yang mendasar baru akan terjadi ketika ada perubahan cara melihat.
Ada cerita menarik mengenai sepasang suami-istri yang telah bercerai.
Suatu hari, Astri, nama wanita ini, datang ke kantor Roy, mantan suaminya.Saat itu Roy sedang melayani seorang pelanggan. Melihat Astri menunggu dengan gelisah, pimpinan kantor menghampirinya dan mengajaknya berbincang-bincang. Si Bos berkata, "Saya begitu senang, suami Anda bekerja untuk saya. Dia seorang yang sangat berarti dalam perusahaan kami, begitu penuh perhatian dan baik budinya."

Astri terperangah mendengar pujian si bos, tapi ia tak berkomentar apa-apa. Roy ternyata mendengar komentar si bos. Setelah Astri pergi, ia menjelaskan kepada bosnya, "Kami tak hidup bersama lagi sejak 6 bulan lalu, dan sekarang dia hanya datang menemui saya bila ia membutuhkan tambahan uang untuk putra kami."

Beberapa minggu kemudian telepon berbunyi untuk Roy. Ia mengangkatnya dan berkata, "Baiklah Ma, kita akan melihat rumah itu bersama setelah jam kerja." Setelah itu ia menghampiri bosnya dan berkata, "Astri dan saya telah memutuskan memulai lagi perkawinan kami. Dia mulai melihat saya secara berbeda tak lama setelah Bapak berbicara padanya tempo hari."

Bayangkan, perubahan drastis terjadi semata-mata karena perubahan dalam cara melihat. Awalnya, Astri mungkin melihat suaminya sebagai seorang yang menyebalkan, tapi ternyata di mata orang lain Roy sungguh menyenangkan. Astrilah yang mengajak rujuk, dan mereka kembali menikmati rumah tangga yang jauh lebih indah dari sebelumnya.

Segala sesuatu yang kita lakukan berakar dari cara kita melihat masalah. Karena itu, bila ingin mengubah kehidupan kita, kita perlu melakukan revolusi cara berpikir.

Stephen Covey pernah mengatakan: "Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup,garaplah perilaku Anda, tapi bila Anda menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigma Anda."

Covey benar, perubahan tidak selalu dimulai dari cara kita melihat (See). Ia bisa juga dimulai dari perilaku kita (Do). Namun, efeknya sangat berbeda.

Selasa, 05 Januari 2010

Kupu Kupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.