Saat Anda tak memiliki kata-kata yang perlu dibicarakan,diamlah. Cukup mudah untuk mengetahui kapan waktunya berbicara. Namun, mengetahui kapan Anda harus diam adalah
hal yang jauh berbeda.
Salah satu fungsi bibir adalah untuk dikatupkan. Bagaimana Anda bisa memperhatikan dan mendengarkan dengan lidah yang berkata-kata. Diamlah demi kejernihan pandangan anda. Orang yang mampu diam di tengah keinginan untuk berbicara mampu menemukan kesadaran dirinya.
Sekali Anda membuka mulut, Anda akan temui betapa banyak kalimat-kalimat meluncur tanpa disadari. Mungkin sebagian kecil kata-kata itu tidak Anda kehendaki. Seringkali orang tergelincir oleh kerikil kecil, bukan batu besar.
Butiran mutiara indah hanya bisa tercipta bila kerang mutiara mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Sekali ia membuka lebar-lebar cangkangnya, maka pasir dan kotoran laut segera memenuhi mulutnya. Inilah ibarat, kekuatan Anda untuk diam.
Kebijakan seringkali tersimpan rapat dalam diamnya para bijak. Untuk itu, Anda perlu berusaha membukanya sekuat tenaga. Bukankah pepatah mengatakan, "diam adalah emas".
Gak ngerti mau tulis apa... Jadi bikin aja blog ini jadi tempat catatanku. Pemikiran, ide, kritik, saran... dan apa lah namanya, akan saya tulis disini. Kalo saya nyinggung Anda atau kepercayaan tertentu dalam tulisan saya, please dianggap sebagai pemikiran saya saja, tanpa maksud sok pintar.... Salam
Rabu, 24 Februari 2010
Selasa, 02 Februari 2010
4 Karakteristik Dari Seorang Pemimpin Yang Baik
VISI :
Seorang pemimpin adalah merupakan seorang Nahkoda / Kapten yang mengendalikan kapal ke arah tujuan yang diinginkan. Karena itu seorang pemimpin harus memiliki VISI kedepan kapalnya mau dibawa kemana ? Seorang Presiden harus memiliki VISI untuk membawa bangsa dan negaranya ke arah mana. Seorang CEO harus memiliki VISI mengenai perusahaan yang dipimpinnya akan dibawa ke arah mana melalui strategi perusahaan jangka panjang, menengah dan pendek. Seorang Manager Departemen harus memiliki VISI bagaimana cara meningkatkan kinerja departemennya sesuai dengan arah strategi perusahaan yang dirumuskan oleh CEOnya. Demikian pula para Supervisor dan Pemimpin Kelompok, mereka harus tau betul apa yang mau dicapai dan bagaimana cara mencapai kinerja yang lebih baik dalam kelompoknya, in line dengan strategi departemennya.
CONFIDENCE / OPTIMISME :
Menurut Tanadi Santoso, seorang pemimpin harus memiliki self confidence yang tinggi. Dia tidak boleh ragu-ragu dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Dia tau persis apa yang harus dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan kinerja kelompoknya dan mengatasi masalah sehari-hari. Seorang pemimpin juga adalah seorang risks taker yang berani mengambil resiko untuk menyelamatkan kepentingan kelompok / perusahaan yang dipimpinnya. Dia juga selalu optimis dan berpikir positif dalam memandang masa depan, tidak khawatir dan selalu yakin akan bisa berhasil.
MEMBERI HARAPAN (HOPE) :
Seorang pemimpin adalah seorang yang bisa memotivasi bawahannya. Dia bisa memberikan harapan (bukan harapan kosong) sekaligus perlindungan dan rasa ketenteraman anak buahnya dalam bekerja. Dia pandai membuat anak buahnya bersemangat kembali dalam bekerja. Pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang memiliki hati sekaligus ketegasan dalam memimpin anak buahnya.
PANTANG MENYERAH :
Seorang pemimpin adalah seorang nahkoda kapal yang tidak gampang menyerah walaupun kapalnya diterpa badai dan angin topan. Dia adalah seseorang yang tidak mudah frustrasi dan menyerah dalam menghadapi kesulitan2 betapapun beratnya masalah tersebut. Dia tetap bisa memimpin anak buahnya dengan baik dan tidak lari walaupun kelompoknya diserang oleh berbagai kepentingan dari luar. Dia bisa menghadapi semua tantangan dengan tegar dan tetap berdiri dengan tegak.
Seorang pemimpin adalah merupakan seorang Nahkoda / Kapten yang mengendalikan kapal ke arah tujuan yang diinginkan. Karena itu seorang pemimpin harus memiliki VISI kedepan kapalnya mau dibawa kemana ? Seorang Presiden harus memiliki VISI untuk membawa bangsa dan negaranya ke arah mana. Seorang CEO harus memiliki VISI mengenai perusahaan yang dipimpinnya akan dibawa ke arah mana melalui strategi perusahaan jangka panjang, menengah dan pendek. Seorang Manager Departemen harus memiliki VISI bagaimana cara meningkatkan kinerja departemennya sesuai dengan arah strategi perusahaan yang dirumuskan oleh CEOnya. Demikian pula para Supervisor dan Pemimpin Kelompok, mereka harus tau betul apa yang mau dicapai dan bagaimana cara mencapai kinerja yang lebih baik dalam kelompoknya, in line dengan strategi departemennya.
CONFIDENCE / OPTIMISME :
Menurut Tanadi Santoso, seorang pemimpin harus memiliki self confidence yang tinggi. Dia tidak boleh ragu-ragu dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Dia tau persis apa yang harus dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan kinerja kelompoknya dan mengatasi masalah sehari-hari. Seorang pemimpin juga adalah seorang risks taker yang berani mengambil resiko untuk menyelamatkan kepentingan kelompok / perusahaan yang dipimpinnya. Dia juga selalu optimis dan berpikir positif dalam memandang masa depan, tidak khawatir dan selalu yakin akan bisa berhasil.
MEMBERI HARAPAN (HOPE) :
Seorang pemimpin adalah seorang yang bisa memotivasi bawahannya. Dia bisa memberikan harapan (bukan harapan kosong) sekaligus perlindungan dan rasa ketenteraman anak buahnya dalam bekerja. Dia pandai membuat anak buahnya bersemangat kembali dalam bekerja. Pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang memiliki hati sekaligus ketegasan dalam memimpin anak buahnya.
PANTANG MENYERAH :
Seorang pemimpin adalah seorang nahkoda kapal yang tidak gampang menyerah walaupun kapalnya diterpa badai dan angin topan. Dia adalah seseorang yang tidak mudah frustrasi dan menyerah dalam menghadapi kesulitan2 betapapun beratnya masalah tersebut. Dia tetap bisa memimpin anak buahnya dengan baik dan tidak lari walaupun kelompoknya diserang oleh berbagai kepentingan dari luar. Dia bisa menghadapi semua tantangan dengan tegar dan tetap berdiri dengan tegak.
Langganan:
Postingan (Atom)