Gak ngerti mau tulis apa... Jadi bikin aja blog ini jadi tempat catatanku. Pemikiran, ide, kritik, saran... dan apa lah namanya, akan saya tulis disini. Kalo saya nyinggung Anda atau kepercayaan tertentu dalam tulisan saya, please dianggap sebagai pemikiran saya saja, tanpa maksud sok pintar.... Salam
Jumat, 18 Juni 2010
Rabu, 16 Juni 2010
Bola Kaca, Bola Karet
Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik,
“Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dengan lima bola di udara. Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan:
• Pekerjaan
• Keluarga
• Kesehatan
• Sahabat, dan
• Semangat
Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh.
Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb, lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET. Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA. Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!
Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan yang adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.
Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan Kesehatan. Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan Sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya.
Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jangan sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.
Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita membelinya lagi?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli Sahabat?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis?
Jagalah prioritas hidup Anda tetap seimbang .
“Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dengan lima bola di udara. Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan:
• Pekerjaan
• Keluarga
• Kesehatan
• Sahabat, dan
• Semangat
Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh.
Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb, lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET. Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA. Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!
Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang. Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan yang adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.
Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga. Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan Kesehatan. Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan Sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya.
Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jangan sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.
Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita membelinya lagi?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli Sahabat?
Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis?
Jagalah prioritas hidup Anda tetap seimbang .
Senin, 14 Juni 2010
Memaafkan Tanpa Melupakan
Pasti diantara pembaca pernah merasa disakiti atau dikecewakan orang lain. Pada saat itu, sering kita dinasehati seperti ini, "Sudah, lupakan saja".
atau
"Yang sudah terjadi biarlah...".
atau
"Jangan diingat-ingat".
atau
"Diingat juga tidak ada gunanya".
atau kata-kata lainnya yang sejenis.
Nasihat yang kedengarannya baik dan bijak, tetapi rasanya tidak tepat. Berapa banyak orang yang dapat melupakan rasa sakit atau kecewa? Rasanya tidak banyak...
Hampir tidak mungkin kita melupakan rasa sakit dan kecewa atau kepahitan yang pernah kita alami. Yang namanya pengalaman buruk, atau "kesakitan" yang ditimbulkan orang lain tidak mudah untuk kita hapus dari ingatan kita. Suka atau tidak, itu sudah menjadi bagian hidup kita.
Tapi ada satu hal yang bisa kita lakukan, yaitu bukan melupakannya, melainkan mengingatnya dengan cara baru. Bukan menghapusnya dari ingatan kita, tapi memaknainya dari sudut pandang yang baik.
Yang paling mudah adalah, jika kita merasa disakiti atau dikecewakan, kita bisa bilang :
"saya yakin dia tidak bermaksud begitu..."
"saya yakin dia gak sadar waktu melakukannya..."
"saya yakin ada alasan dia melakukan itu..."
Kejadian yang mungkin kita pernah alami, adalah pada saat berkendaraan dijalan.
Sering kita menemukan sopir ugal-ugalan, baik pengendara angkot, bus, motor, mobil, dll.
Jika saya menerima perlakukan yang saya anggap tidak adil buat saya dari mereka, sering saya cuma bilang dalam hati :
"saya yakin dia sedang kejar setoran yang belum ada lebihnya buat istri dan anaknya..."
"mungkin dia sedang bawa pasien yang sakit keras, dan butuh perawatan segera..."
"mungkin dia terburu-buru, karena terlambat ke kantor...."
Pada akhirnya apa yang saya pikirkan tidak lagi penting. Satu hal yang pasti adalah saya tidak terjebak pada emosi sesaat, yang dapat berujung pada kehilangan mood saat berkendaraan, yang mungkin saja sedang bersama keluarga, sedang berangkat ke kantor, dll.
atau
"Yang sudah terjadi biarlah...".
atau
"Jangan diingat-ingat".
atau
"Diingat juga tidak ada gunanya".
atau kata-kata lainnya yang sejenis.
Nasihat yang kedengarannya baik dan bijak, tetapi rasanya tidak tepat. Berapa banyak orang yang dapat melupakan rasa sakit atau kecewa? Rasanya tidak banyak...
Hampir tidak mungkin kita melupakan rasa sakit dan kecewa atau kepahitan yang pernah kita alami. Yang namanya pengalaman buruk, atau "kesakitan" yang ditimbulkan orang lain tidak mudah untuk kita hapus dari ingatan kita. Suka atau tidak, itu sudah menjadi bagian hidup kita.
Tapi ada satu hal yang bisa kita lakukan, yaitu bukan melupakannya, melainkan mengingatnya dengan cara baru. Bukan menghapusnya dari ingatan kita, tapi memaknainya dari sudut pandang yang baik.
Yang paling mudah adalah, jika kita merasa disakiti atau dikecewakan, kita bisa bilang :
"saya yakin dia tidak bermaksud begitu..."
"saya yakin dia gak sadar waktu melakukannya..."
"saya yakin ada alasan dia melakukan itu..."
Kejadian yang mungkin kita pernah alami, adalah pada saat berkendaraan dijalan.
Sering kita menemukan sopir ugal-ugalan, baik pengendara angkot, bus, motor, mobil, dll.
Jika saya menerima perlakukan yang saya anggap tidak adil buat saya dari mereka, sering saya cuma bilang dalam hati :
"saya yakin dia sedang kejar setoran yang belum ada lebihnya buat istri dan anaknya..."
"mungkin dia sedang bawa pasien yang sakit keras, dan butuh perawatan segera..."
"mungkin dia terburu-buru, karena terlambat ke kantor...."
Pada akhirnya apa yang saya pikirkan tidak lagi penting. Satu hal yang pasti adalah saya tidak terjebak pada emosi sesaat, yang dapat berujung pada kehilangan mood saat berkendaraan, yang mungkin saja sedang bersama keluarga, sedang berangkat ke kantor, dll.
Sabtu, 12 Juni 2010
Yang terpenting
Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan, namun bagaimana bertanding dengan baik - Baron Pierre De Coubertin
Kamis, 10 Juni 2010
Pintar juga tuh keledai
Seorang petani berduka. Keledainya, harta tunggalnya, terperosok ke sumur. Ia minta tolong pada tetangga, tetapi usahanya sia-sia. Semua membujuk supaya ia merelakan keledainya. Dan, agar kelak bangkai si keledai tak menimbulkan bau dan penyakit, tetangga mengusulkan agar sumur itu ditimbun tanah. Sementara tanah ditimbunkan ke sumur, si keledai terus merintih. Mereka berpikir si keledai pasti sudah mati.
Namun, semua kaget ketika keledai itu melompat keluar! Ternyata, setiap gundukan tanah yang menimpa dan menyakiti si keledai itu selalu dikibaskannya, dan lama-lama menumpuk di bawah kaki dan menjadi pijakan baru baginya.
Namun, semua kaget ketika keledai itu melompat keluar! Ternyata, setiap gundukan tanah yang menimpa dan menyakiti si keledai itu selalu dikibaskannya, dan lama-lama menumpuk di bawah kaki dan menjadi pijakan baru baginya.
Senin, 07 Juni 2010
7 Keajaiban Dunia
Seorang guru memberi tugas kepada murid-muridnya untuk menyebutkan tujuh keajaiban dunia. Sebagian besar murid segera menuliskan jawabannya di kertas mereka. Namun, salah seorang muridnya hanya termangu-mangu di bangkunya. Dan ketika jam pelajaran hampir selesai, kertasnya masih kosong. Gurunya heran karena sesungguhnya si murid tergolong anak yang cerdas.
"Masakan kau tidak tahu satu pun keajaiban dunia?" tanya gurunya.
"Sebenarnya banyak, Bu, tapi saya bingung memilih yang mana."
Kening gurunya berkerut, dan meminta si murid menjelaskan. Si murid pun menyebutkan keajaiban dunia versinya: bisa melihat, bisa mendengar, bisa berkata-kata, bisa mengecap, bisa berjalan, bisa merasakan, bisa menyayangi, dan sebagainya.
Gurunya tertegun dan tersadar, betapa mudahnya kita mengagumi karya hebat buatan manusia, dan menganggap biasa saja berbagai keajaiban yang Tuhan karuniakan secara cuma-cuma!
"Masakan kau tidak tahu satu pun keajaiban dunia?" tanya gurunya.
"Sebenarnya banyak, Bu, tapi saya bingung memilih yang mana."
Kening gurunya berkerut, dan meminta si murid menjelaskan. Si murid pun menyebutkan keajaiban dunia versinya: bisa melihat, bisa mendengar, bisa berkata-kata, bisa mengecap, bisa berjalan, bisa merasakan, bisa menyayangi, dan sebagainya.
Gurunya tertegun dan tersadar, betapa mudahnya kita mengagumi karya hebat buatan manusia, dan menganggap biasa saja berbagai keajaiban yang Tuhan karuniakan secara cuma-cuma!
Langganan:
Postingan (Atom)